TIPS MEMBELI KELINCI & MEMELIHARA BAGI PEMULA


TIPS MEMBELI KELINCI & MEMELIHARA BAGI PEMULA


1. Pilihlah kelinci yg anda suka, dan tentukan tujuannya, apakah buat Pet, Breeding atau buat Show.(kontes). Pet : kelinci yg lucu, imut, bentuknya "unik" -menurut selera penghobi. Breeding : kelinci yg darahnya masih murni dan tentu saja jelas dari Ras apa. secara umum silsilah kelinci ini tercatat dalam bentuk Pedigree. Show : Kelinci yang memenuhi persyaratan kontes
2. Persiapkan kandangnya terlebih dahulu beserta kelengkapannya ( botol minum dan tempat pakan).Sambil mempersiapkan kandang dan perlengkapannya cari tahu keberadaan peternak dan cari informasi sebanyaknya terutama tentang reputasi peternak tersebut.
3. Belilah kelinci dengan usia minimal 2 bulan, jika beli sudah usia 4 bulan sebaiknya dipisahkan antara jantan dan betina.
4. Periksa kesehatan kelinci secara seksama ( bentuk tubuh, bulu, periksa bagian: kuku/telinga/hidung dan lainnya tidak terkena penyakit kulit, bagian pantat harus terlihat bersih tidak ada bekas diare, nafsu makan baik, telingan terasa hangat, hidung bersih dan kering)
5. Jika kelinci yang dibeli jenis bulu panjang, maka cek apakah bulunya kusut/gimbal.Periksa kehalusan bulu, dan perhatikan juga mudah rontok atau tidak karena bulu menceriminkan kualitas perawatan
6. Jika beli dalam kondisi hamil, tanyakan tanggal kimpoinya (lama hamil 28-35 hari ). Tujuannya untuk bisa mempersiapkan kotak lahir dan penempatannya tidak terlambat ( H-3 estimasi tanggal lahir, besar kotak disesuaikan dengan ukuran kelincinya ). Disarankan tidak membeli kelinci dalam keadaan hamil jika akan dibawa perjalanan jauh.
7. Sebaiknya membeli kelinci yang jelas indukannya (bila perlu tanyakan yang mana induk jantan dan betinanya), agar terjaga kemurnian silsilah keturunannya dan mudah adaptasi
8. Tanyakan makanan apa yg diberikan selama di kandang peternak untuk memudahkan adaptasi makanan ketika kita pelihara, Jika Anda type orang yang simple sebaiknya pastikan kelinci yang dibeli tersebut bisa makan pelet kelinci agar tidak susah harus mencari makanan rumput2an.
9. Ketahui makanan-makanan yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan bahkan menyebabkan kematian pada kelinci sehingga wajib dihindari.dan perhatikan juga cara penyajiannya yang benar.( jangan sekali-sekali memberi makanan yang diambil langsung dari lemari pendingin, pakan yang terlalu banyak mengandung air, pakan yg ber gas)
10. Penyajian makanan hijauan/rumput-rumptan diupayakan dalam keadaan layu dan yang terpenting terbebas dari bakteri dan getah hijauan/rumput-rumputan
11. Perhatikan jadwal makan dan takaran makan yang diperlukan (kelinci untuk anakan, dewasa, bunting dan menyusui berbeda). Selalu disiplin pada jam makan (kelinci cukup 2 kali makan, pagi hari dan malam hari)
12. Selalu sediakan air minum yang ditempatkan dalam dot minum agar hiegiens
13.Tempatkan kelinci di tempat yg teduh ( hindari panas yang berlebihan sehingga dapat menyebabkan dehidrasi) dan tidak terkena angin secara langsung terutama angin malam jadi sebaiknya kandang diberi tutup/tirai ketika malam tiba.
14.Selalu memperhatikan kebersihan kandang ( tiap hari dibersihkan sangat dianjurkan untuk mengurangi resiko dan lebih baik jika disemprot disinfectant setiap 1 atau 2 minggu )
15. Cari tahu alamat dan contact peternak atau dokter hewan terdekat yang bisa diajak konsultasi dan membantu ketika mendapatkan masalah dengan kondisi kelinci.
16. Sediakan obat2an yang sering dipakai untuk mengatasi masalah kesehatan kelinci seperti obat untuk : diare, kembung, scabies, radang paru. 

SUMBER

Morph & Genetic pada Leopard Gecko

Tremper Albino
Tremper albino juga dikenal sebagai Texas Strain albino adalah Albino pertama dari tiga strain albino yang ditemukan pada tahun 1996 oleh Ron Tremper. Tremper Albino dapat berkisar dalam warna dari cokelat gelap ke kuning terang, jeruk, dan merah muda. Mata Tremper Albino cenderung menjadi warna perak dengan urat merah.


Rainwater Albino
Rainwater atau Las Vegas albino ditemukan oleh Tim Rainwater pada tahun 1998. Dalam perbandingan dengan dua jenis lainnya albino, rainwater cenderung memiliki warna yang lebih merah muda dan lebih ringan secara keseluruhan. Ketika mereka menetas, mereka cenderung memiliki tubuh berwarna kuning dengan banded merah muda. Dalam kelompoknya, Rainwater Albino lebih kecil dari dua jenis lainnya. Rainwater juga memiliki mata tergelap dari tiga jenis albino.



Bell Albino
Bell Albino (di kenal juga dengan sebutan Florida Albino) adalah Albino terakhir dari strain Albino dan ditemukan oleh Mark Bell. Bell Albino lebih mudah di bedakan dari 2 jenis lainnya. Mata Bell Albino berwarna pink terang. Motif tubuhnya cenderung memiliki bintik-bintik cokelat. Bell albino juga dapat mengeluarkan warna lavender pada tubuh mereka.


Murphy Patternless (patty)
Awalnya ditemukan oleh Pat Murphy di tahun 1991, Murphy Patternless adalah Leopard Gecko yang tidak memiliki pola. Sebagai anakan, mereka akan menetas dengan tubuh cerah diwarnai dengan tanda cokelat, abu-abu, atau coklat acak pada tubuh. Pada usia 10 bulan, tanda-tanda akan benar-benar memudar dan warna tubuh tokek akan bervariasi antara kuning dan ungu tua.



Blizzard
Morph Blizzard, ditemukan oleh Jay Villa dari Prehistoric Pets pada tahun 1995, sangat mirip dengan Murphy Patternless. Seperti Murphy Patternless, Blizzard adalah morph resesif sederhana. Sebagai anakan, Blizzard benar-benar tidak berpola dan warna mereka akan bervariasi dari putih, menjadi kuning, ke ungu tua. Ketika mereka tumbuh lebih tua. Blizzard yang memiliki warna gelap biasanya dipasarkan sebagai Midnight Blizzard. Blizzard yg memiliki warna lebih kuning sering dipasarkan sebagai Banana Blizzard, Banana Blizzard adalah Murphy Patternless Blizzard. Ciri lain yang tampaknya acak dari Blizzard adalah Snake Eyes atau Solid Eyes.



Eclipse
Eclipse adalah morph yang memiliki sifat yang relatif baru yang hanya mempengaruhi mata saja, dan dapat dikombinasikan dengan beberapa pola. Morph ini memiliki mata hitam solid, atau merah solid dalam kasus albino strain. Beberapa contoh dari sifat ini adalah memiliki hanya separuh mata (ibarat bocor), atau setengah dari satu mata (kanan kiri beda), dan juga Snake Eyes. Tidak jelas tepatnya mengapa kondisi ini bisa terjadii. sifat ini diwariskan dalam mode resesif.



Snow
Strain snow pada Leopard Gecko ada 4 strain, yakni Mack Snow, TUG Snow, Gem Snow, dan Linebreed Snow. Mack Snow di temukan oleh John dan Amy Mack dari Reptiles by Mack. Mereka menemukan beberapa anakan yang tampak seperti "Salju" daripada anakan normal. The Urban Gecko Snow ato biasa dikenal dengan istila TUG Snow di temukan oleh Craig Stewart from The Urban Gecko. TUG Snow dihasilkan dari Selective Breeding hewan LG liar. TUG Snow merupakan gen snow yang tidak menghasilkan warna kuning. TUG Snow juga termasuk gen dominan. Gem Snow adalah salah satu dari empat jenis snow. Gem snow awalnya ditemukan oleh Jim Holler dari Gems Reptilian. Sama seperti tiga jenis lainnya, mereka menetas dengan pola tubuh hitam dan putih, terlihat Ketika mereka beranjak tua, pola akan mengalami perpecahan. Line Breed Snow adalah jenis morph yang telah mengalami proses line breed untuk menghasilkan Snow dengan warna hitam dan putih.


Enigma
Enigma merupakan morph dominan. Ketika mengklasifikasikan Enigma, ada beberapa sifat umum yang di milikinya. Motif enigma cenderung bercak daripada banded dan ekor enigma hampir semua putih, dan pada saat dewasa mulai muncul bercak dan kadang-kadang berubah menjadi Speckles. Genetika Enigma, sangat menarik. Sampai sekarang, belum ada versi homozigot Enigma, sehingga saat ini, sifat gen Enigma disebut sebagai sifat dominan. Sejak pertama kali di temukan, Enigma menjadi bahan pembicaraan terkait gejala genetika atau neurologis mereka atau biasa dikenal dengan istilah Enigma Syndrome. Beberapa gejala yang sering muncul, yakni Enigma sering terlihat berputar-putar membentuk lingkaran, sensivitas cahaya (selalu melihat keatas), kecenderungan mudah stress dan sulit makan.



Tangerine
Tangerine (“Tang”), memiliki warna dasar tubuh oranye yang berbeda dengan warna kuning terang khas yang dapat dilihat pada Leopard Gecko normal. Intensitas warna oranye dapat bervariasi dari jingga-kuning hingga ke merah2an pada beberapa spesimen. Biasanya morph jenis ini di sebut morph normal.



SHTCT/B
Super Hypo Tangerine Carrot Tail/Baldy, merupakan variasi dari Tangerine dengan deskripsi kurangnya warna totol hitam/pigmen pada tubuh Leopard Gecko yang masuk dalam kategori non-albino, walaupun beberapa tubuhnya mungkin ada sedikit totol hitam seperti pada ekornya, sedikit pada bibir dan kepalanya. Adapun "Baldy" adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan Leopard Gecko yang benar-benar tidak memiliki warna hitam/pigmen di kepala nya, walaupun tidak semua "Baldy" juga Super-Hypo. Istilah Carrot Tail & Carrot Head menggambarkan posisi warna oranye pada tubuh Leopard Gecko.



Tidak menutup kemungkinan ada morph laen selain ini. Untuk infomasi lebih detail silahkan cek di http://www.leopardgeckowiki.com/


sumber : kaskus

Cara Mengembangbiakkan Leopard Gecko


Apakah kamu benar-benar ingin mengembangbiakkan Leopard Gecko? 

Pertanyaan ini nampaknya sederhana tapi sering tidak dipertimbangkan oleh orang2. Ada beberapa Hal yang harus dipertimbangkan sebelum kamu mem-breed leopard gecko:
Pertama, apakah kamu memiliki ruang untuk keturunan mereka nantinya? Leopard Gecko adalah hewan yang sangat subur. Jika kamu tidak memiliki tempat untuk merawatnya, kamu hanya akan membuat si gecko kesulitan menyesuaikan diri.



Kedua, apakah kamu memiliki persediaan makanan yang cukup dan kandang untuk baby leopard gecko? Leopard Gecko betina dapat menghasilkan hingga belasan telur setiap musim kimpoinya. Mereka semua memerlukan tidak sedikit kandang dan tidak sedikit makanan.
Ketiga, apakah kamu siap memperhatikan dan menjaga kesehatan Leopard Gecko kamu? Breeding Leopard Gecko bukan tanpa resiko. Gangguan kesehatan seperti MDB dan Crypto cukup umum dan sangat memerlukan perhatian khusus. Jika tidak diperhatikan secara seksama kesehatannya, LG anda bisa menjadi sangat lemah dan pada akhrnya kematian juga menjemput

Nah pada bagian ini akan di ulas sedikit tentang perawatan/perkembangbiakan leopard gecko. Jika Anda masih ingin mereka berkembang biak, baca terus!

Sexing (Jenis Kelamin)


Indukan
Gunakan indukan yang sudah cukup umur untuk breeding. Idealnya induk berusia 1 tahun, untuk induk betina dan berat betina minimal 50gr (antisipas drop berat betina pada saat gendong telur dikarenakan pada saat gendong telur napsu mkana betina akan turun). Sementara induk jantan lebih cepat matang, umur 8 bulan sudah bisa digunakan sebagai bahan indukan. LG bisa dibiakkan berpasangan (dalam satu kandang breeding hanya berisi satu jantan dan satu betina). Namun bisa juga dilakukan cara menggabungkan satu jantan dengan beberapa betina. Satu induk jantan memang bisa membuahi betina dalam tempo yang tidak terlalu lama. Cara breeding seperti ini bisa menghemat jumlah materi induk jantan yang dibutuhkan. Banyak breeder menggunakan satu jantan untuk membuahi 2 sampai 5 betina dalam satu kandang breeding.

Ovulasi (Ovulation)
Tahap dimana sang betina di nyatakan dewasa dan siap untuk di buahi. Biasanya di tandai dengan lingkaran merah serupa cincin pada perutnya. masa ovulasi bisa bertahan 3-4bulan jika tidak dibuahi. jika sudah lewat masa ovulasi maka harus menunggu beberapa waktu untuk masuk masa ovulasi berikutnya


Penjodohan dan Pengawinan
Mengawinkan leopard gecko tidak memerlukan perlakuan khusus. Materi indukan yang sudah memenuhi syarat umur hanya perlu dicampur di kandang breeding. Biasanya perkimpoian akan terjadi dengan sendirinya. Namun agar leopard gecko nyaman dan tidak stress, penempatan kandang sebaiknya diperhatikan. Lokasi breeding sebaiknya tidak terlalu terang, untuk menyesuaikan dengan sifat hidupnya yang nocturnal. Sebaiknya juga terjauh dari suara-suara yang bisa mengganggu, jadi lokasi yang digunakan tenang. masa penjodohan atau perkimpoian ini berbeda-beda, ada yang berlangsung lama, ada juga yang berlangsung cepat


Gravid/Pregnant/Hamil/Bunting/Gendong Telor
Leopard gecko menghasilkan banyak telur selama satu musim kimpoi. Biasanya mereka menghasilkan satu atau dua telur pada satu waktu (ato biasa dikenal dengan istilah cluth), meskipun sel telur sering diproduksi di awal atau akhir siklus reproduksi. Setiap cluth akan perkiraan memiliki interval 2-4minggu dr cluth sebelumnya, meskipun ini dapat bervariasi sedikit berdasarkan kondisi. Para wanita rata-rata akan menghasilkan sekitar 3 atau 4 pasang, meskipun ada beberapa kasus yang menghasilkan < 3pasang dan > 4 pasang dalam satu musim. Masa gravid biasanya sekitar 2-4 minggu.


Laying Egg (box)
Laying box adalah media untuk pelepasan telur. Biasanya laying box menggunakan wadah dengan kondisi lembab. Substrat yg biasa digunakan untuk laying box, antara lain cocopeat, vermiculate, dan spaghnum moss.


Egg Incubation (inkubasi)
Inkubasi adalah tahap penetasan telor. Media yg biasa di gunakan untuk inkubasi, antara lain cocopeat, vermiculate, dan perlite. Biasanya media di buat lembah dengan tingkat kelembaban sekitar 80-90%. Masa inkubasi rata2 sekitar 40-50 hari, meskipun ada beberapa kasus yang melebihi dari perkiraan tersebut. Suhu inkubasi biasanya mempengaruhi jenis kelamin dari baby yang akan netas, dengan perkiraan sbb:
-Suhu mayoritas anakan akan berjenis kelamin Betina : 26°-28° Celcius
-Suhu mayoritas anakan akan berjenis kelamin Jantan : 30°-34° Celcius
Sedangkan suhu di antara suhu betina dan suhu jantan biasanya 50% mayoritas jantan dan 50% mayoritas betina


Egg Candling
Candling adalah tekhnik yang digunakan untuk memperjelas isi sebuah telur, apakah telur tersebut fertile atau infertile. Ini merupaan proses yang relatif sederhana. Di sini kita akan menggunakan Candler komersial yang tersedia, penlight kecil berjenis senter ini sudah cukup. Ini dapat dilakukan pada telur dari sekitar usia dua sampai empat minggu. Beberapa tips: Buat dan pertahankan telur pada posisi seperti normal (jangan diputar atau dibalik), dan jangan sampai terlalu panas oleh bola lampu senter itu. Beberapa detik yang cukup lama untuk melihat apa yang Anda butuhkan. Jadi jangan terlalu lama, Anda cukup tahu ada isi di dalamnya.
Beberapa Jam setelah bertelur...




Telur Menetas (Hatchling Egg)
Anda tidak perlu melakukan apapun. Mereka tahu bagaimana cara keluar dari cangkangnya. Jika Anda beruntung, Anda bisa melihatnya, tetapi sering kali waktu Anda melihat dan tidak ada apa-apa di dalam inkubator. Satu jam kemudian, Anda melihat kembali dan dua bayi berjalan sekitar di sana. Pretty cool stuff. Say cheers to your new babies..!!


Beberapa kebiasaan baby gecko yang baru netas (umumnya)
Mendesis/mengeluarkan suara ketika mereka melihat sesuatu yang belum di kenal
Menerjang/mengigit ketika anda mencoba untuk menghandle/memegang
Jumpy, kabur-kaburan

Kebiasaan-kebiasaan tersebut secara perlahan akan berkurang seiring berjalannya waktu dan seberapa sering anda merawatnya/menghandlenya.

Masalah – masalah yg sering kali terjadi dalam proses breeding ataupun penetasan:
Egg binding (penjelasan ada di bawah bagian disease) : adalah kejadian dimana telor telah terbentuk dan seharusnya dikeluarkan oleh indukan betina leopard gecko. 
Telor infertile/lembek/genjur2 : kejadian yg diakibatkan indukan (baik pejantan/betina) kekurangan gizi ataupun asupan kalsium, dan juga dapat disebabkan pejantan/betina (calon indukan) blom cukup siap utk melakukan pembuahan/dibuahi.
Telor pesok/penyok wktu incubasi : diakibatkan media penetasan terlalu kering atau suhu inkubasi terlalu panas.
Telor berjamur/rusak wktu incubasi : diakibatkan media penetasan terlalu basah atau juga dapat disebabkan suhu inkubasi terlalu rendah.
Waktu menetas mundur atau terlalu maju : hal ini tidak menjadi masalah asalkan kondisi telur tetap sehat, baik. Bagus dan tidak rusak. Terjadi fluktuasi waktu ini juga di akibatkan suhu dan kondisi embrio dalam telur, walaupun incubasi jantan dapat dalam waktu 35-45 hari dan betina 45-80 hari tetap hal ini tidak dapat dijadikan patokan utama, perhitungan waktu tersebut hanya dapat di gunakan sebagai patokan untuk perhitungan/perkiraan kapan telur menetas sehingga dapat kita pindahkan (walaupun babies gecko tidak mengalami masalah jika tidak langsung dikeluarkan dari tempat penetasan tp hal ini dapat dilakukan sebagai tindakan preventif dari impaction vermi/media tetas serta putusnya ekor akibat digigit rekan sejawatnya

Cara Perawatan Leopard Gecko


Apakah Anda benar-benar ingin mengembangbiakan Leopard Gecko Anda?Tapi bingung harus bagaimana perawatannya ?

Pertanyaan ini nampaknya sederhana tapi sering tidak dipertimbangkan oleh orang2. Ada beberapa Hal yang harus dipertimbangkan sebelum kamu mem-breed LG kamu:



Pertama, apakah Anda memiliki ruang untuk keturunan mereka nantinya? Leopard Gecko adalah hewan yang sangat subur. Jika Anda tidak memiliki tempat untuk merawatnya, anda hanya akan membuat si gecko kesulitan menyesuaikan diri, nampaknya Anda sudah dapet bayangan..
Kedua, apakah Anda memiliki persediaan makanan yang cukup dan kandang untuk baby LG? Tipikal Leopard Gecko yaitu akan memproduksi sekitar belasan pasangan telur setiap musim, jumlah total sekitar dua lusin anak.
Mereka semua memerlukan tidak sedikit kandang dan tidak sedikit makanan!
Ketiga, apakah Anda menginginkan resiko pada kehidupan Leopard Gecko Anda? Breeding Leopard Gecko bukan tanpa resiko. MDB dan Crypto cukup umum dan merupakan resiko kesehatan yang mungkin memerlukan perhatian khusus.. Jika tidak diperhatikan secara seksama dalam kesehatan, LG anda bisa menjadi sangat lemah dan pada akhrnya kematian juga menjemput

Nah pada bagian ini akan di ulas sedikit tentang perawatan/perkembangbiakan LG. Jika Anda masih ingin mereka berkembang biak, baca terus!

Makanan dan Diet
Pakan utama leopard gecko adalah serangga. Serangga yang paling umum tersedia adalah jangkrik, ulet hongkong, ulet jerman, cacing lilin dan cacing sutera. Anda harus “gut load’ pakannya sebelum diberikan pada LG. “Gut loading” adalah memastikan bahwa pakan diberi makan dengan baik. dengan cara ini mereka melewati jumlah maksimum nutrisi ke LG.
Pemberian makan :
pakan utama : jangkrik (3-8 ekor per hari ato per 2hari) *berdasarkan umur

Umur 0-2minggu : 1-2jkk (ukuran disesuaikan)
Umur 2-4minggu : 3jkk (ukuran disesuaikan)
Umur 1-3bulan : 3-4jkk (ukuran disesuaikan)
Umur >3bulan : >5jkk (jml & ukuran disesuaikan)
*rincian ini bukan patokan wajib tetapi hanya saran

pakan tambahan : ulat hongkong, ulat bambu, kecoa, belalan, dan serangga laen-laen
JANGAN LUPA GUTLOAD DULU

GutLoad : oatmeal, kentang, wortel, voor, susu bubuk, pisang yang dikeringkan di bawah sinar matahari, rumput laut, kacang hijau kering, bee pollen


Leopard Gecko

Leopard Gecko


Pernah mendengar leopard gecko? Mungkin beberapa dari anda merasa masih asing. Atau bagi yang pernah mendengar justru jijik melihat wujud si gecko. Tidak salah, karena leopard gecko merupakan keluarga dekat dari tokek yang sering ditemui disudut sudut rumah. Disebut dengan istilah leopard karena motif di tubuh reptile ini berupa tutul seperti macan tutul. Dalam pemeliharaannya, leopard gecko membutuhkan perhatian yang cukup agar dapat hidup sehat dan berkembang biak. Dibawah ini diuraikan secara singkat mengenai si “tokek bule”.

Leopard gecko atau Eublepharis macularius adalah sejenis tokek yang hidup di permukaan tanah dan aktif pada malam hari. Leopard gecko ditemukan di Pakistan, India, Afghanistan dan Iran dimana terdapat dataran yang kering dan berbatu. Leopard gecko dianggap sebagai salah satu hewan yang umum di industri reptil saat ini. Leopard gecko merupakan hewan yang memiliki ukuran dewasa mencapai 8 atau 9 inchi. Kebanyakan leopard gecko memiliki latar belakang tubuh kuning dengan bintik-bintik cokelat menutupi keseluruhan tubuhnya. Kebanyakan leopard geckos memiliki latar belakang kuning dengan bintik-bintik cokelat menutupi orang-orang dewasa. Leopard gecko remaja memiliki pola yang bergaris didominasi memudar ke pola sesuai dengan perkembangan usia. Mereka juga memiliki telinga luar yang sangat jelas dan berbeda dari banyak tokek di kelopak mata mereka dan kurangnya perekat lamel, yang berarti mereka tidak dapat berjalan pada dinding vertikal yang permukaannya halus. Leopard Gecko termasuk insectivora, jadi makanannya serangga.. Bisa jangkrik atau ulat hongkong. Leopard gecko adalah hewan peliharaan yang sangat baik. Mereka kecil, memiliki persyaratan perawatan yang minimal dan dapat ditinggal dalam beberapa hari. Mereka tenang, tidak berbau dan tidak perlu perhatian. Bukan hanya mudah dipelihara, leopard gecko juga relatif mudah dibiakkan.

StrukturTubuh Leopard Gecko





Burung Kicau Mahal

1. KACER




Pada Kacer Jawa atau bisa juga dibilang Kacer JATIM, memiliki warna hitam yang dominan pada bulu. Hampir Seluruh tubuh berwarna hitam, kecuali pada sayap terdapat warna putih. Penyebarannya mulai dari Seychelles (Afrika), Jawa dan Kalimantan (Indonesia). Kemampuan berkicau sangat baik dan pintar menirukan suara-suara di sekelilingnya. Penampilan sangat atraktif sambil memainkan ekor. Volume suara sedang. Jenis ini juga sangat suka dengan udara panas, apalagi jika sudah gacor, sangatlah akan memukau orang yang melihatnya dan ingin memilikinya dan juga ingin membuat burung kacer miliknya seperti apa yang di lihatnya dan bagaimana cara merawat burung Kacer agar cepat gacor, bisa klik disini.

Ada juga Kacer yang bersal dari daerah jawa barat yaitu Bogor dan sekitarnya , atau orang sering sebut dengan Kacer Jabar. Bedanya dengan kacer Jatim adalah separuh kebawah dari bagian dada berwarna putih hingga sampai ekor. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat disini tentang Perbedaan Burung Kacer Jatim dan Kacer Jabar.

Untuk menjaga agar tidak punah sebaiknya kita disarankan untuk mengembagbiakkan dengan cara emnangkarkannya, dan bagaimana cara beternak atau menangkarkan burung Kacer silahkan bisa dibacadisini.

Harga burung kacer berkisar antara Rp 250 ribu - Rp 1.500 ribuan (tergantung kodnsi), untuk detailnya bisa dilihat di Daftar Harga Burung.

Sebagai contoh berikut video burung kacer yang sudah Gacor, silahkan klik disini.

2. KENARI






Burung kenari merupakan burung dengan bentuk tubuh yang kecil dengan ukuran tinggi sekitar 8 cm dan pajang sekitar 10 - 12cm. Saat ini kenari merupakan salah satu jenis burung yang tidak kalah ramainya dan paling banyak diminati oleh penggemar burung (kicau mania). Apalagi jika sudah mulai berkicau dengan kicauan yang sangat indah dan gacor, itulah yang paling menyenangkan bagi si pemiliknya, apalagi kalo sudah rajin dengan kicauan yang bervariasi atau banyak orang bilang (ngeriwik: bhs. jawa)akan menjadi burung yang paling disukai. Memang membutuhkan kesabaran bagaimana cara merawat burung Kenari agar cepat Gacor, untuk lebih jelasnya bagaimana cara merawat Burung Kenari agar cepat Gacor dan ngeriwik bisa lihat disini.

Saking banyaknya permintaan di pasar hingga akhirnya beberapa orang banyak yang menernakkannya. Dengan hanya membutuhkan sangkar yang tidak terlalu besar burung kenari sudah dapat diternakkan, dan berikut adalah cara beternak kenari secara simpel, silahkan bisa dicaca disini dan juga perlu diketahui jika ingin mengetahui tanda-tanda dan ciri-ciri sepasang kenari sudah jodoh silahkan bacadisini. 

Harga Burung Kenari berkisar antara Rp 200 ribu - Rp 900 ribuan bisa lebih mahal (tergantung kualitas dan jenisnya), bisa dicek di Daftar Harga Burung atau bisa juga klik disini.

3. PLECI / CICI (KACA MATA)



Burung yang satu ini sekalipun bentuk badannya kecil dengan warna bulu yang hampir bisa dibilang tidak ada warna jenis lain kecuali hanya kuning dan hijau lumut dan sedikit hitam, berbeda jika dibandingkan dengan kenari yang sangat beragam warnanya dari mulai kuning, orange, putih, warna lemon, coklat campur, variasi warna coklat dan kuning, merah, putih dan banyak warna lainnya, saat ini burung pleci juga paling digemari oleh banyak orang. Apalagi jika sudah gacor dan ngelpong, memang membutuhkan kesabaran dan ketelatenan untuk membuat burung pleci bisa gacor dan ngeplong. Dan bagiamana cara merawat dan membuat burung pleci cepat gacor dan ngeplong bisa dilihat disini.

Sekalipun kecil, karena dengan keunikan suara ocehannya saat ini sangat sering diikutsertakan dalam lomba burung kicauan.

Harga burung pleci berkisar antara Rp 20 ribu (bahan dan muda) - Rp 200 ribu (harga normal) : pengecualian jika sudah pernah dapat nama bisa sampai Rp 900 ribuan bahkan sampai jutaan (tergantung kualitas), ingin tahu daftar harga burung bisa klik disini.


4. BRANJANGAN  


burung branjangan

Branjangan mempunyai kicauan yang nyaring dan pandai menirukan suara burung lain. Branjangan merupakan burung persawahan/ladang yang suka hidup di area terbuka berumput.
Burung Branjangan adalah burung dari bangsa Passeriformes dari famili Alaudidae yang terkenal dapat bernyanyi dengan indahnya. Kepiawaiannya dalam meniru suara burung lain serta gaya bertarungnya dengan cara mengepakan sayap (istilah : ngeper) semakin menambah kesukaan orang untuk memelihara burung ini.

Harga: Berkisar antara Rp 100 ribu - Rp 900 ribuan (tergantung kualitas)


5. CUCAK RAWA / CUCAK ROWO



burung cucakrawa

Burung ini dikenal umum sebagai cucakrawa (cucakrowo : bahasa jawa), cangkurawah (Sunda), dan barau-barau (Melayu). Dalam bahasa Inggris disebut Straw-headed Bulbul, mengacu pada warna kepalanya yang kuning-jerami pucat.

Cucak rawa biasa ditemukan di payapaya dan rawa rawa di sekitar sungai yang sepi, atau di tepi hutan. Sering bersembunyi di balik dedaunan dan hanya terdengar suaranya yang khas melengking. Suara lebih berat dan lebih keras dari umumnya cucak dan merbah. Siulan jernih, jelas, berirama baku yang merdu. Kerap kali terdengar bersahut sahutan. Di alam, burung ini memangsa aneka serangga, siput air, dan berbagai buah-buahan yang lunak seperti buah jenis-jenis beringin. Menyebar di dataran rendah dan perbukitan di Semenanjung Malaya, Sumatra (termasuk Nias), Kalimantan, dan Jawa bagian barat. Di Jawa Barat terdapat sampai ketinggian 800 m dpl., namun kini sudah sangat jarang akibat perburuan.

Berukuran besar (28 cm), berkepala pucat dengan kumis hitam mencolok. Mahkota dan penutup telinga jingga jerami, punggung coklat zaitun dan bercoret putih. Sayap dan ekor coklat kehijauan, dagu dan tenggorokan putih. Dada abu-abu bercoret putih, perut abu-abu, tungging kuning. Iris kemerahan, paruh hitam, kaki coklat gelap.

Adapaun cara perawatannya adalah sebagai berikut bisa dilihat disini.

Harga burung Cucak Rawa berkisar antara Rp 2.000.000 - Rp 5 Jutaan (tergantung kualitas dan kondisi)


6. CIBLEK 




Ciblek dikenal juga sebagai perenjak jawa. Burung ini termasuk burung endemik jawa, Sumatera, dan Bali. Burung Ciblek jantan ataupun betina bisa diketahui dari fisik dan warna paruh bagian bawah bulu tubuhnya. untuk jelasnya cara membedakan ciblek jantan dan betina bisa dilihat disini.

Untuk jantan dewasa bagian bawah paruhnya berwarna full hitam dan mata yang memerah menandakan bahwa burung tersebut sudah dewasa. Perbedaan Jantan dan betina juga bisa diketahui dari suara yang dikeluarkan burung ciblek tersebut. Burung jantan akan mengeluarkan suara yang bervariasi namun monoton dengan tembakan ciri khasnya ' ciklak .. ciklak .. ciklak ' dan biasanya diselingin dengan tembakan rapat ' crecetetet... " dan burung jantan akan langsung bereaksi begitu melihat burung lain sesama jenisnya, sedangkan burung betina bersuara monoton dan hanya membalas tembakan dari sang jantan 'ciap ciap ciap' dan sering bersuara memanggil ' ci ci ci.

Rasa senang bisa kita rasakan jika burung sudah gacor, dan bagaimana cara membuat burung ciblek  agar cepat gacor

Harga burung ciblek untuk saat ini berkisar antara Rp 30 ribu - Rp 700 ribuan (tergantung kualitas dan jenisnya), untuk detailnya bisa dilihat di Daftar harga Burung 


7. JALAK SUREN 



Burung jalak suren berukuran sedang sekitar 24 cm. Bulunya berwarna hitam dan putih. Bagian yang berwarna putih seperti dahi, pipi, garis sayap, tunggir dan perut. Sedangkan bulu di dada, tenggorokan, dan tubuh bagian atas berwarna hitam (coklat pada remaja). Iris mata burung jalak suren berwarna abu-abu. Kulit tanpa bulu disekitar mata berwarna jingga. Paruhnya berwarna merah dengan ujung putih. Sedangkan kaki berwarna kuning. Suaranya seperti teriakan yang ribut, sumbang dan riang.

Keistimewaan Jalak suren dilambangkan sebagai burung jinak penjaga rumah. Dengan memelihara burung ini, rumah akan selalu terjaga setiap hari. Mungkin ada benarnya anggapan ini karena jalak suren merupakan burung yang sangat peka. Jika ada orang datang, akan bersuara nyaring dan bervariasi. Bisa dipahami kalau banyak orang yang memelihara burung ini. Memang dibutuhkan kesabaran dan membutuhkan waktu yang cukup, apalagi jika kita merawatnya sejak usia burung masih anakan. Bagaimana cara merawat burung jalak suren agar cepat bunyi dan gacor bisa dilihat disini, tentunya biasanya yang lebih gacor dan banyak variasi suaranya yang berjeniskelamin jantan, dan bagaimana cara membedakan jenis kelamin jalak suren jantan dan betina silahkan bisa dibaca disini. Dan bagaimana pula cara menangkarkannya bisa dilihat dan klik disini.

Harga burung jalak suren berkisar untuk saat ini antara Rp 400 ribu (bahan dan bakalan) - Rp 1.800 ribuan (tergantung kualitas), selanjutnya bisa dilihat disini.


8. CUCAK HIJAU (Cucak Ijo) 



burung cucak ijo

Sesuai dengan namanya Burung Cucak Ijo memiliki warna dominan hijau dan sedikit warna hitam pada kepala dan paruh tergantung jenis kelamin, dan untuk mengetahui Jenis Kelamin Cucak Ijo Jantan dan Betina silahkan klik disini. Banyak terdapat di Pulau Jawa, Sumatera, Bali, dan Kalimantan. Burung ini hidup berkelompok di Hutan, dan terbang dari satu pohon ke pohon lainnya yang tinggi.

Ikan Hias




Berikut jenis ikan hias air tawar dan air laut yang lumayan bagus untuk akuarium anda :


1. Mandarinfish:



Biasanya memiliki pola dan warna yg lebih bagus dibanding Psychedelic. Harganya ga lebih dari $20 per ekor, tapi yg jadi masalah adalah makanannya. Mereka cuma memakan mikro-invertebrata yg hidup di bebatuan koral. Untuk bisa memeliharanya di akuarium rumah, kita perlu memiliki bebatuan koral yg cukup di dalam akuarium selama sebulan untuk membiarkan si ikan beradaptasi dengan lingkungan barunya.

2. Discus:


jangan salah, ini adalah ikan air tawar,yang mungkin merupakan ikan air tawar yg paling cantik. jenisnya ikan discus banyak,Harganya juga mahal banget: anakan yg panjangnya 3 inchi berkisar antara $50-$80, makanannya berupa jentik nyamuk atau cacing darah atau bisa juga hati sapi (buatan).


3. Lionfish:

Ikan ini disebut juga Zebrafish. Tulang belakangnya itu memiliki racun yg sangat menyakitkan dan cukup efektif. Orang yg memeliharanya pastinya harus ati2 kalo mo membersihkan akuariumnya

4. Moorish Idol:


ikan ini tergolong susah dipelihara,makanya harganya juga mahal.

5. Koi:


Ada banyak variasi warna dari ikan koi (sekitar 100an). Koi dapat memiliki warna oranye, merah, putih, keemasan, atau hitam. Beberapa penggemar koi rela membayar ribuan dolar untuk seekor koi hanya untuk mencari pola warna koi yg langka.

6. Flame Angel:
Ikan ini memikiki hubungan dekat dengan Coral Beauty. Sifatnya sama seperti Coral Beauty, tapi sifatnya tidak 'seteguh' Coral Beauty. 


7. Coral Beauty :



Ikan ini tergolong dalam Angelfish. Ikan2 ini bisa disimpan dalam akuarium2 rumahan dan dapat bertahan hidup dengan baik di dalam habitatnya (hardy).
8. Regal Tang:
Ikan ini tergolong dalam family Surgeonfish, yg memiliki pisau kecil dari zat kapur yg dapat disembunyikan di depan sirip ekornya. Pisau kecil ini digunakan terutama untuk sistem pertahanan dalam menghadapi predator.

9. Parrotfish :




Dinamakan demikian karena bentuk mulutnya yg mirip paruh burung. Ikan ini menggunakan mulutnya yg seperti paruh itu untuk memecah dan memakan invertebrata kecil yg hidup di daerah koral. Biasanya mereka akan memakan utuh2 bebatuan koral atau pasir2 laut lalu mengunyah invertebrata yg ada di dalamnya, lalu membuang sisa2nya.
10. African Cichlids:


Ikan ini ditemukan di 3 danau di Afrika: Malawi, Tanganyika, dan Victoria. Spesies yg ada di Danau Victoria jumlahnya kurang beragam dan kurang berwarna-warni dibandingkan dengan lainnya. Biasanya mereka tumbuh hingga 6-7 inchi, dengan pengecualian untuk Spesies Frontosoa, yg bisa tumbuh sampe 12-14 inchi. Ikan2 ini adalah ikan2 air tawar yg bisa dengan gampang dipiara di akuarium rumahan. Selain di Afrika, ada juga spesies ikan ini yg idup di perairan Amazon, tapi ukurannya lebih besar dan lebih agresif dari yg di Afrika.