Penyakit Pada Ikan Arwana dan Cara Penanggulangannya


Salah satu resiko membudidayakan ikan Arwana adalah mati karena penyakit seperti Redspot, Jamur, Gigit Ekor, Stress dll. Di bawah ini diuraikan beberapa penyakit yang sering diderita Arwana gejala dan cara penanggulangannya.



1. Penyakit Gigit Ekor
Sebelum menderita penyakit ini biasanya arwana akan menunjukan perilaku yang lain daripada biasanya. Arwana akan kelihatan gelisah dengan berenang hilir mudik kesana kemari. Beberapa hari kemudian sirip ekor akan robek-robek selaputnya sehingga mirip sisir dan yang tertinggal hanyalah jari-jari siripnya. Gejala ini mulanya hanya kecil lalu akan bertambah panjang dan tidak jarang sebagian dari jari sirip itu akan hilang.

Penyakit ini biasanya disebabkan oleh sejenis parasit yang menempel pada ekor arwana dan menyebabkan rasa gatal yang tidak tertahankan. Arwana berusaha mengatasinya dengan cara berenang hilir mudik dan menggigiti ekornya sehingga tampak compang-camping.

Pengobatan penyakit ini tergolong mudah. Pindahkan Arwana ke dalam aquarium lain yang bersih (steril) dan sudah diisi dengan air yang memenuhi syarat. Masukan sekitar 20 tetes obat Tropical Fish Medicine dan biarkan arwana tetap di dalamnya selama beberapa hari. Jangan lupa membersihkan aquarium yang satunya agar nantinya arwana bisa menempati kembali tanpa khawatir terjangkit lagi.

2. Tutup Insang Melengkung

Arwana Yang Mati Karena Penyakit Insang

Sering kita lihat tutup insang arwana melengkung keluar, sehingga sebagian insangnya kelihatan. Arwana dengan kondisi seperti ini tentu tidak sedap dipandang. Ikan Arwana yang satu ini mati karena penyakit insang, dengan ciri-ciri insang ikan berubah menjadi hitam.

Penyebab penyakit ini bermacam-macam, yang pertama disebabkan kualitas air dalam aquarium yang tidak memenuhi standar terutama suhunya. Aquarium yang terlalu dingin atau tidak hangat bisa mendorong ikan arwana terkena penyakit ini. Penyebab lainnya adalah pemberian obat-obatan yang kelewat dosis, serangan sejenis bakteri, atau karena air dalam aquarium rendah kandungan oksigennya. Hal ini dapat dijelaskan karena air yang mempunyai kandungan oksigen yang rendah akan llebih sering membuat arwana membuka dan menutup insangnya. Gerakan itu sering tidak sempurna. Artinya sebelum tutup insang benar-benarmenutup, keburu dibuka lagi untuk menghirup sedalam-dalamnya air untuk memenuhi tuntutan oksigen. Dari gerakan yang tidak sempurna ini kemudian tutup insang arwana tetap terbuka dan tubuhnya tidak normal.

Untuk mencegahnya agar menjaga kandungan oksigen dalam air tetap tinggi diatasi dengan memberikan cukup aerasi pada aquarium. Jika perlu aerator diganti dengan tenaga yang lebih besar. Kemudian tidak lupa menjaga keseluruhan kualitas air tetap primasehingga tetap layak dihuni oleh arwana.

Pen-suply-an O2 Murni

Teknik pengobatan ikan Arwana, salah satunya adalah dengan menjepit ikan yang sakit diantara dua penjepit kaca didalam ember, dan men-supply oksigen murni langsung kearah insangnya. Jika tutup insang yang melengkung ini belum terlalu parah maka bisa diperbaiki dengan jalan melakukan operasi kecil pada tepi tutup insangnya.

3. Mogok Makan
Arwna yang mogok makan biasanya terlalu sering diberi kelabang hidup. Mereka akan enggan menerima makanan lain, juga kelabang yang sudah mati. Jika sudah seperti ini maka puasakan arwana selama kurang lebih seminggu jangan diberi makan apapun. Kemudian berilah makanan jenis lain misalnya jangkrik, kadal, kodok kecil, atau ikan kecil. Bila setelah seminggu arwana belum juga mau makan sebaiknya seiakan ikan hidup saja karena tahan hidup. Perlu diperhatikan agar untuk menjaga arwana tidak juling sebaiknya dipilih ikan penghuni permukaan seperti guppy. Dengan demikian kita tidak perlu khawatir dan arwana mampu kembali seperti semula. Bila cara tersebut masih belum memberi hasil maka kita biarkan saja sampai arwana mau menerima makanan.

Alternatif lainnya adalah dengan memberikan sebutir obat Hobbi Fishes ke dalam 200 liter air yang sering dipakai untuk tempat arwana bersemayam. Obat berbentuk kapsul ini berkhasiat untuk menyembuhkan stres dan berbagai penyakit serta untuk merangsang nafsu makan arwana. Pilihan terakhir berikan kelabang seminggu sekali berselang seling dengan jenis makanan lain.

4. Penyakit Mata Juling
Penyakit ini timbul karena banyak hal. Terlalu seringnya ikan arwana berburu ikan di dasar atau pojok aquarium dianggap sebagai salah satu penyebab utama. Tentu tidak berlebihan jika ada nasehat untuk memberi makan arwana dengan yang mengapung saja. Terlalu sering arwana melihat ikan kecil yang ada di bawahnya menyebabkan otot matanya bertambah panjang.

Mata yang melorot juga bisa disebabkan karena arwana kurang mendapatkan sinar matahari yang cukup. Ini mungkin dikaitkan dengan khasiat sinar matahari terhadap pertumbuhan mata manusia.

Untuk mengobati mata juling bisa dilakukan dengan memindahkan arwana pada tempat yang lebih luas dan mendapat sinar matahari langsung sambil diberi makanan yang terapung. tempat yang dipilih bisa berupa bak dari bahan fiberglass atau bak semen. Dengan cara tersebut maka 80% arwana akan sembuh. Cara lainnya adalah dengan melakukan operasi kecil.

5. Dubur Ikan merah dan Membengkak
Apabila kita melihat dubur arwana berwarna merah dan membengkak jangan sampai mengira bahwa mereka sedang birahi. Itu pertanda bahwa arwana sedang kesulitan, yang dapat berujung pada kematian.

Dubur arwana memerah dan bengkak karena disebabkan oleh pemberian makanan yang tidak bersih. Akibatnya pencernaan ikan terganggu sehingga arwana kesulitan mengeluarkan ekskresinya.

Untuk mencegahnya maka makanan harus dibersihkan sebelum diberikan pada arwana. Apapun jenis makanan hidup yang diberikan sebaiknya dipuasakan dahulu selama 1-2 hari. Arwana yang menderita dubur merah dan bengkak bisaa diobati dengan amonium sulfat.

6. Sisik Berdiri
Sisik berdiri dan kadang ada sebagian yang membusuk biasanya disebabkan karena oleh lingkungan yang kotor. Penggantian air yang rutin dapat menghindarkan arwana dari penyakit ini. Untuk arwana yang sedang dihinggapi penyakit ini dapat diberikan amonium sulfat sebagai obatnya.

7. Tulang Punggung Bengkok
Penyakit ini bisa disebabkan beberapa hal. Pertama karena adanya serangan bakteri yang masuk kedalam tubuh arwana sehingga mengakibatkan pertumbuhan punggung tidak normal. Penyebab lain adalah karena kesalahan dalam memberikan obat. Penyebab terakhir adalah karena ukuran awuarium yang terlalu kecil.

Untuk mencegahnya tempatkan arwana ke dalam awuarium yang ukurannya cukup. Jaga kebersihan aquarium agar arwana tidak dijangkiti bakteri dan jangan memberikan obat yang salah.

8. Ekor Patah
Sama seperti penyakit tulang punggung bengkok penyakit ini disebabkan karena ukuran aquarium yang terlalu sempit. Selain itu bisa disebabkan karena penanganan yang kurang baik. Misalnya pada waktu dipindahkan arwana berontak atau saat pertama kali dimasukan ke dalam aquarium mereka berenang kencang dan menubruk. Karena penyebabnya lebih dikarenakan faktor teknis maka penanganannya harus hati-hati.

9. Sungut tumbuh pendek
Sungut arwana tidak tumbuh sempurna dan kelihatan janggal dengan bentuk badannya yang besar. Arwana bersungut tidak imbang bisa terjadi karena ditempatkan dalam aquarium yang terlalu kecil. Hampir senada dengan penyebab punggung bengkok, arwana bersungut pendek dapat disebabkan oleh kesalahan pemberian obat.

Untuk mendapatkan pertumbuhan sungut yang normal bisa dilakukan dengan membersihkan aquarium secara rutin dan mengganti airnya. Jangan lupa, tempatkan arwana dalam aquarium yang sepadan dengan besar badan.

10. Ekor dan Sirip Mengerut
Ekor dan sirip yang mengerut bisa terjadi bila air di dalam aquarium terlampau kotor atau suhu air yang terlalu rendah. Penangan dengan kembali mengatur panas dengan menambah heater dan membersihkan aquarium. Bisa juga diberi obat amonium sulfat secukupnya.

11. Sungut Menjorok Ke Bawah
Arwana yang sehat memiliki tampilan sungut ke depan. Namun sering arwana sungutnya lunglai, menjorok ke bawah. Ini merupakan pertanda arwana berada pada lingkungan yang tidak semestinya. Untuk mengembalikan kondisi arwana seperti semula sebaiknya suhu dan kebersihan air aquarium lebih diperhatikan.

sumber: arowana.co.uk

Cara Merawat Ikan Arwana Media Akuarium


Setiap akuarium, sebaiknya hanya ada seekor arwana saja (soliter), sebab tidak mudah bagi seekor arwana untuk hidup berdampingan dengan ikan sejenisnya. Untuk mendapatkan ikan arwana yang berkualitas dan sehat tentunya dibutuh kondisi dalam akuarium yang nyaris sama dengan habitat aslinya. Makanan harus cukup dan diberikan secara teratur, kualitas air juga terkontrol dengan baik dan diberi obat-obatan agar tidak tercemar oleh zat-zat kimia yang beracun.



Kondisi Akuarium
Siapa pun yang memelihara arwana pasti dengan bangga akan menempatkan ikannya di kuarium terbaik. Agar keanggunan itu terpantul maksimal, maka hanya seekor arwana saja dalam satu akuarium. Jangan meletakkan akuarium di dekat dinding (tembok) apalagi sampai menempel. Sebab bila arwana melihat serangga seperti kecoa atau cecak di dinding, ia akan melompat dan menyeruduk dinding kaca aquarium, sehingga bisa luka. Perhitungkan besar akuarium dengan besar ikan, agar ikan bisa bergerak bebas dan meluncur di ruangan yang cukup. Beri penerangan yang memadai. Untuk mengontrol suhu air (27-30 derajat Celcius), sebaiknya dipasang termometer di dinding akuarium dan ujungnya tercelup ke air. Ukur pH sekurangnya seminggu sekali.
Background / Latar Belakang:Aquarium dianjurkan menggunakan latar belakang berupa gambar / sticker / cat. Warna menurut selera. Namun sebagian besar hobbies menggunakan warna latar sesuai jenis arowana yang dipelihara, misalnya:

* Super Red = Latar hitam
* Golden Cross Back = Latar hitam
* Red Tail Golden = Latar biru / putih
* Bandjar Red = Latar biru / putih
* Silver = Latar hitam / biru

Memberi Makan
Meskipun tidak ada patokan, sebaiknya arwana diberi makan 3 – 4 kali sehari. Dibutuhkan 8-10 ekor jangkrik sehari. Sebelum diberikan, kaki belakang jangkrik yang bergerigi dipotong dulu, agar tidak menggores kerongkongan arwana. Harus diusahakan agar makanan tidak tersisa di aquarium. Jangkrik, kelabang, kecoa dan udang, mengandung zat karoten dan kitin yang bisa memberi efek sisik yang indah, cerah dan mengkilap pada arwana.

Kualitas Air
Selain suhu dan pH, maka kualitas air juga dijaga dengan membuang kotoran air yang berasal dari kotoran ikan itu sendiri dan sisa makanan. Dengan saringan, kotoran bisa diangkat, sedangkan kotoran yang mengendap di dasar akuarium disedot dengan selang. Melakukannya harus pelan-pelan agar ikan tidak stres akibat air berguncang hebat. Setiap tiga bulan akuarium dikuras total dan kaca harus bebas dari lumut, dan sabuni dinding akuarium dan bila sudah, keringkan dengan sinar matahari, agar jamur dan bibit penyakit mati. Air baru dalam akuarium harus diendapkan dulu 24 jam sebelum ikan dimasukkan kembali ke akuarium. Kandungan oksigen dalam air harus dijaga dengan memasang aerator yang sekaligus berfungsi sebagai pompa dan saringan kotoran.

Menggabung Arwana dalam Satu Akuarium
Yang ideal dua ekor arwana dicampur ketika masih kecil. Namun bila sudah dewasa umumnya bisa asalkan akuarium diberi sekat kaca. Bila kedua ikan terlihat marah dengan membuka mulut lebar-lebar, berarti keduanya tidak akur. Bila dalam seminggu tidak ada perubahan, berarti mereka tidak cocok. Ambil ikan yang lain, lakukan cara serupa, bila tidak memperlihatkan kemarahannya, berarti cocok, pelan-pelan kaca sekat dilepas. Amati seksama. Bila keduanya tidak saling mengejar. Berarti mereka bisa hidup damai.

Pakan
Setiap minggu, seekor arwana diberi makanan tambahan 2-3 ekor kadal yang tidak terlalu besar dan setiap dua minggu diberi tiga ekor kelabang. Kelabang atau lipan ini termasuk makanan favorit arwana, sehingga harus hati-hati memberikannya. Jika setiap hari diberi kelabang, maka arwana akan enggan memakan jangkrik atau kodok sekali pun. Dia hanya mau makan kelabang.
Namun begitu, seekor ikan arwana memburu kelabang di dalam air adalah sebuah atraksi menarik di dalam akuarium Anda. Karena kelabang mampu bergerak sangat cepat meskipun di dalam air, maka arwana pun harus mempertontonkan ’’kemahirannya” berburu makanan. Ia akan meliuk-liuk dan terus mendesak kelabang, sampai akhirnya bisa menangkap dan menelannya.
Arwana juga mau makan ikan hidup. Umumnya di Indonesia diberikan ikan mas dan sepat yang masih anakan. Namun harus berhati-hati, sebab bukan mustahil ikan membawa bakteri dan penyakit itu juga akan menjangkiti arwana. Udang mati pun disukai arwana, namun untuk pemeliharaan di akuarium, sebaiknya tidak usah diberikan, sebab akan membuat air akuarium keruh dan sisa makanan itu akan mudah membusuk dan menimbulkan penyakit bagi arwana.
Agar arwana tidak juling jangan menyebarkan makanan sekaligus ke dalam akuarium. sebab akan membingungkan arwana dan matanya akan menatap ke segala arah. Berikan jangkrik atau kelabang satu persatu, sehingga ikan hanya akan memburu satu mangsa saja.
Sebenarnya arwana juga memakan kecoa, cicak, laron atau belalang, sebagai selingan jangkrik. Namun, arwana jangan terlalu sering diberi makan cecak, matanya tidak melotot atau tersembul ke luar.
Agar arwana tetap sehat dan berkualitas, yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga air akuarium tetap bersih sehat dan cocok untuk habitat arwana. Maka dari itu, dibutuhkan beberapa obat untuk menjernihkan air dan menjaga agar kondisi akuarium cocok sebagai habitat arwana. Obat-obatan ini umumnya sudah dikemas dalam bentuk jadi, sehingga bisa langsung dibeli di pedagang ikan hias dan mencampurkannya ke air akuarium sesuai dosis yang dianjurkan.

sumber :  arowana.co.uk

Dasia Olivacea (Kadal Pohon)


Kadal pohon hijau (Dasia olivacea) adalah sejenis kadal dari anggota suku Scincidae. Hewan ini dalam bahasa asing dikenal sebagai Olive Dasia atau Olive Tree Skink, atau Olivfarbener Baumskink  dalam bahasa Jerman.

Kadal ini bertubuh gempal, panjang tubuh dari moncong hingga anus maksimal adalah 11.5 cm, panjang total hingga ujung ekor mencapai 29 cm. Punggung kadal ini berwarna zaitun atau cokelat-zaitun dengan belang-belang samar terbentuk dari bintik-bintik hitam yang kadang-kadang dengan warna cerah atau keputihan di tengahnya, yang berderet melintang. Kepala kadal memiliki bintik-bintik hitam yang lebih jelas; dua bintik hitam serupa mata terdapat di belakang kepala. Tepi pelupuk mata berwarna kuning terang. Sisi bawah tubuh hijau terang keputihan atau kekuningan. Anak kadal yang baru menetas berwarna cokelat kekuningan atau kemerahan dengan belang-belang hitam yang jelas dan tungkai berwarna hitam dan ekornya berwarna kekuningan.



Perisai-perisai supranasal tak bersinggungan satu sama lain. Perisai-perisai prefrontal biasanya terpisah dan jarang bersinggungan. Perisai bibir atas berjumlah 7 buah, yang ke-5 dan ke-6 berada di bawah mata dan perisai infralabial berjumlah 8 buah. Perisai nuchal ada sepasang. Lubang telinga kecil dan timpanum atau gendang telinga terletak di dalamnya.

Sisik-sisik di bagian tengah tubuh berada dalam 28 hingga 30 deret (untuk spesimen Sumatra  biasanya hingga 32 deret); sisik di bagian dorsal memiliki 3, 5 atau 7 lunas lemah. Di tengah punggung ada 41 hingga 46 sisik yang terdapat di antara perisai kepala belakang hingga pangkal ekor  yang sejajar dengan celah anus. Di bagian ventral terdapat 45 hingga 58 sisik yang terdapat di antara perisai dagu hingga celah anus. Tungkainya panjang, dengan 17 hingga 21 lamella terdapat di bawah jari ke-4 tungkai belakang.

Kadal pohon hijau seringkali ditemukan di wilayah dataran rendah dan perbukitan hingga ketinggian 1.200 diatas laut. Sesuai dengan namanya, kadal ini banyak terlihat di pepohonan karena mereka hidup di batang batang dan cabang cabang pohon hingga ke tajuk pohon, terutama di pepohonan yang tumbuh di bagian tepi hutan, hutan belukar, kebun, pekarangan dan taman. Kadal ini sangat jarang turun ke tanah kecuali bila hendak berpindah ke pohon yang lain. Kadal pohon hijau memangsa aneka jenis serangga dan artropoda lainnya dan kadal ini membangun teritorinya sendiri dari kehadiran kadal sesama jenisnya atau kadal kadal yang lainnya.

Kadal pohon hijau aktif di siang hari atau merupakan hewan diurnal, dan pada malam hari kadal-pohon hijau bersembunyi di sela-sela tumbuhan epifit di batang pohon atau tidur di balik celah celah pohon yang mengelupas. Kadal dewasa betina akan bertelur sebanyak 6 hingga 14 butir dan bertelur 3 hingga 4 kali setahun. Telur telur kadal berukuran 18 hingga 19,5 × 10 hingga 12 mm itu diletakkan di antara serasah yang membusuk di perakaran tumbuhan epifit atau di celah percabangan pohon. Anak kadal yang baru menetas memiliki panjang sekitar 32 hingga 38 mm.

Penyebaran kadal pohon hijau atau kadal ini mulai dari Kepulauan Nikobar, Burma, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Semenanjung Malaya, Singapura, Filipina, Sumatra (termasuk Simeulue, Nias, Singkep, Kep. Sembilan), Jawa dan Kalimantan (termasuk Natuna, Sabah dan Sarawak).




Kura-kura Darat Manouira emys


Manouria emys atau Kura Kura Kaki Gajah merupakan salah satu dari sedikit tortoise atau kura kura darat terbesar di Asia. Emys dapat tumbuh hingga mencapai panjang sekitar 80cm dengan berat sekitar 37 kilogram. Di Indonesia, kura kura Emys tersebar dari Sumatera hingga Kalimantan. Sedangkan di Asia, penyebarannya meliputi Timur India, Bangladesh, Myanmar Selatan & Timur, Thailand hingga Malaysia.



Kura kura emys hidup di hutan hujan tropis pada daerah pegunungan, ini yang menyebabkan emys sangat menyukai kelembaban. Semakin lembab, kura kura emys akan semakin nyaman. Di alam liar, untuk menghindari sinar matahari yang panasnya menyengat, emys menggali lubang dengan menggunakan kakinya yang sangat kuat untuk berteduh atau bersembunyi di bawah daun-daun kering. Kura kura emys juga suka berendam pada kubangan air yang dangkal.

Emys bergerak sangat lambat, meskipun ada bahaya yang mengancam. Kura kura emys memiliki karakter suara yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan spesies lainnya juag memiliki bentuk komunikasi lain. Tapi kura kura emys bukan hewan yang memiliki sosialisasi yang tinggi dengan sesamanya.

Seperti kura kura darat lainnya, perbedaan emys jantan dan betina bisa terlihat dari bentuk fisik tubuhnya. Emys jantan cenderung memilki ekor yang lebih panjang dari emys betina. Pada emys jantan juga ditemui kelung plastra yang berfungsi untuk membantu perkimpoian.

Emys aktif pada pagi hari dan sore hingga menjelang malam. Jika ingin memelihara kura kura emys, siapkan sarana pemeliharaan yang tepat, termasuk tempat atau kandangnya. Kandang emys harus dilengkapi dengan tempat bersembunyi karena jika terlalu panas, emys bisa mengalami dehidrasi dan ini akan menyebabkan kematian. Berikan tempat bersembunyi atau tempat teduh di satu titik pada kandang kura-kura sehingga jika cuaca terlalu panas, kura kura emys dapat bersembunyi di tempat yang sudah disediakan. Atau bisa juga sediakan tanaman atau pohon yang cukup untuk berteduh saat panas. Selain itu, sediakan juga tempat berkubang berupa kolam kecil yang dangkal.

Kura kura emys bisa tumbuh besar, jadi kandang out door lebih disarankan. Bangun pagar pembatas yang kuat karena kura kura emys memiliki tenaga yang cukup besar. Jika kura kura emys masih kecil, bisa dipelihara di dalam ruangan. Tapi tetap saja fasilitas harus disediakan dan harus sesuai dengan ukuran kura kura. Kandang jangan terlalu kecil, tempat minum/tempat berendam harus lebih besar dari badan kura kura, harus ada tempat bersembunyi.

Pemeliharaan

Jika memelihara emys, pastikan emys harus diberi minum yang cukup dan sediakan tempat untuk berendam. Kebanyakan emys yang diperjual belikan adalah tangkapan alam, jadi sebaiknya berikan obat cacing secara rutin. Lebih mudah berikan obat cacing yang berbentuk cair. Seperti yang sudah disebutkan di atas, Emys tidak menyukai panas yang terlalu menyengat, jadi tidak diperlukan menjemur kura kura emys terlalu lama. Juga, awasi kura kura emys jika sedang dijemur di luar kandangnya. Walaupun jalannya lambat, kura kura emys pandai melarikan diri juga lho. Selain itu, dengan diawasi, kura kura emys akan terhindar dari predator di sekitar rumah. Usahakan tempat untuk berjemur bagi kura kura emys ini memiliki suhu 31˚C, dan usahakan suhu di kandang sekitar 28-29˚C. Pasang termometer dalam kandang untuk mengukur suhu. Saat musim hujan pasang lampu khusus reptil yang mengandung UVA-UVB (Full spectrum lamp) dalam kandang. UVA digunakan untuk menambah selera makan dan memproses makanan pada kura kura emys, sedangkan UVB digunakan untuk memproses Vitamin D3 pada makanannya karena reptil tidak bisa mensintesa Vitamin D3 tanpa bantuan UVB.

Makanan

Makanan emys gampang didapat. Karena emys memakan rumput rumput, aneka macam buah seperti wortel, pepaya, pisang, timun, Fumak, bokhoy, caisim, dan lain sebagainya, daun talas dan daun daun tanaman air seperti teratai. Tapi kadang kadang emys juga memakan cacing tanah dan siput kecil. Jika memelihara kura kura emys di dalam ruangan berikan suplemen tambahan berupa vitamin & kalsium yang mengandung D3. Sebaliknya jika memelihara di luar ruangan, kalsium yang mengandung D3 tidak perlu diberikan karena kura kura emys sudah mendapatkannya dari sinar matahari.

Kura kura Emys bertelur menjelang musim hujan, biasanya emys bertelur hingga 2 clutch per tahun, dengan jumlah masing-masing clutch sekitar 5 hingga 8 butir.



Anjing Maltese



Maltese adalah anjing kecil yang cocok untuk dijadikan sahabat. Bulunya yang putih berkilau menjuntai ke bawah. Trah ini tidak memiliki undercoat, dan bulunya tidak boleh bergelombang atau keriting. Bulunya harus berkilau dan panjang kira-kira sepanjang 8.5 inci (22cm). Kupingnya menutup kebawah dan ekornya tertutupi dengan bulu sampai ke belakang. Moncongnya agak sedikit meruncing dan harus sepertiga dari panjang kepala. Hidungnya harus hitam dan nostrilnya terbuka dengan sempurna dan stopnya harus jelas terlihat. Tubuhnya harus sedikit lebih panjang daripada tinggi badannya dengan tulang belakang yang seimbang. Trah ini memiliki tulang yang seimbang dan stabil. Saat berjalan, Maltese yang proposional akan tampak seperti awan putih (bulunya) yang mengambang diatas tanah.



Masalah Kesehatan

Trah ini mudah terbakar matahari dibagian belahan rambut. Masalah kulit, pernafasan, mata dan gigi. Trah ini juga mungkin agak susah makan karena pencernaannya yang lemah. Mereka bisa demam dan merasa tidak nyaman dalam cuaca yang panas. Maltese sebaiknya dijauhkan dari area yang lembab. Ada baiknya, anda mengajari mereka untuk buang air di atas kertas (paper-train), untuk menghindari pergi ke luar rumah pada saat cuaca buruk.

Anjing jenis ini sangat cocok bagi Anda yang tinggal di apartement atau rumah yang tidak terlalu besar. Mereka sangat aktif dalam ruangan dan tidak bermasalah jika Anda tidak mempunyai pekarangan. Mereka juga menyukai jalan-jalan secara rutin atau hanya sekedar bermain-main di taman dan mereka tetap suka bermain meskipun di usia tua. Anda tidak perlu mengajak mereka sering-sering berolahraga karena mereka tidak terlalu membutuhkannya.

Menyisir dan menyikat harus dilakukan setiap hari, tapi lakukan secara lembut karena bulu mereka sangat halus. Bersihkan mata mereka setiap hari untuk mencegah noda dan bersihkan juga jenggot mereka setelah makan untuk alasan yang sama. Mandikan atau gunakan shampoo kering secara teratur dan sesudahnya pastikan mereka sudah benar-benar kering. Bersihkan kuping mereka dan cabut rambut yang tumbuh didalam kuping mereka. Mata harus diperiksa secara teratur dan bersihkan jika dirasa perlu. Rambut bagian atas biasanya diikat keatas, agar tidak mengganggu penglihatan mereka. Beberapa pemilik maltese biasanya memilih untuk menggunting pendek rambut anjing ini agar lebih mudah dan tidak memakan banyak waktu saat grooming. Bulu Maltese jarang rontok dan sangat cocok bagi anda,penderita alergi yang ingin memelihara anjing.

Bulu dan warna

Trah ini tidak memiliki undercoat. Bulunya panjang, lurus dan berkilau di seluruh bagian tubuh. Rambut bagian atasnya boleh diikat atau dibiarkan begitu saja. Bulunya tidak boleh keriting, atau bertekstur seperti wol. Warnanya putih bersih. Light tan atau warna seperti lemon pada bagian kuping diijinkan, tapi tidak terlalu diinginkan.

(punya ku warna kecoklatan malah... padahal parents nya putih semua ^_^)

Ukuran

Tinggi : Jantan 8-10 inci (21-25 cm), betina 8-9 inci (20-23cm)

Berat : dari 6 ½ - 9 pon (3-4 kg)

Meskipun ini berat yang disyaratkan, tetap kualitas keselurahan juga diperhitungkan.

Usia

Mereka dapat hidup sekitar 15 tahun atau lebih. Bahkan mungkin sampai 18 tahun, tapi Anda harus menjauhkan mereka dari area yang lembab.

Temperamen

Meskipun ukurannya kecil, Maltese sepertinya tidak pernah takut. Rasa percayanya dan respon penyayangnya menjadi salah satu daya tariknya. Maltese ini jenis anjing yang penuh dengan semangat dan suka bermain. Dia sangat lembut, mencintai, percaya dan mencurahkan seluruh perhatiannya kepada majikannya. Dia juga sangat pintar. Jika Anda melatih dia sebuah trik, seperti sit atau shake hand, dengan cepat dia akan mempelajarinya. Tetapi, jangan lupa untuk memberinya reward yang cukup. Trah ini juga sangat berani dan cepat bereaksi jika mendengar suara-suara yang mencurigakan. Ia sudah menjadi anjing sahabat sejak dahulu, ia sangat mudah untuk dicintai. Ia juga sangat mudah beradaptasi dengan binatang lain. Trah ini sangat suka untuk bermain di luar ruangan dan juga punya kecenderungan untuk melompat ke kubangan atau lumpur. Nah, Jika hal ini sudah terjadi, ia harus segera dimandikan! Jika Anda memiliki anak kecil yang suka iseng terhadap anjing anda, entah itu menarik-narik kupingnya atau ekornya, anda harus berhati-hati. Kadang-kadang trah ini suka tidak sabaran, dan menggigit kecil. Kadang-kadang mereka sangat pemilih dalam hal makanan. Berikan biscuit kecil dan makanan anjing kering kepada mereka untuk menjaga gigi mereka tetap kuat dan sehat. Jangan terlampau protektif terhadap anjing ini, karena mereka bisa menjadi tidak stabil dan bisa cemburu terhadap tamu Anda.



Anjing Pomeranian


Anjing Pomeranian adalah anjing toy yang berjenis kecil dan aktif. Trah ini mempunyai bulu bagian dalam yang lembut dan tebal. Sedangkan, bagian luarnya bertekstur agak kasar, panjang dan lurus. Ekornya yang indah selalu berdiri tinggi dan lurus menghadap ke kepala. Anjing ini sangat waspada, menunjukkan intelegensi yang tinggi, dapat menunjukkan apa yang dia inginkan dengan cara yang kita mengerti serta mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Saat dia berjalan, dia terlihat sangat cantik sehingga seakan-akan dia buatan. Dia juga dapat diandalkan sebagai alarm dog .




Ukuran tubuh



Berat yang ideal untuk Pomeranian adalah dari 3 sampai 7 pon ( sekitar 1,4 kg- 3,2 kg) tapi untuk anjing show atau pameran berat yang ideal adalah sekitar 4 – 6 pon ( 1.8 kg-2.7 kg). Anjing yang melewati batas ini tidak akan boleh ikut dalam pameran. Tetapi, kualitas anjing keseluruhan juga akan diperhitungkan. Seperti, jarak dari ujung pundak sampai ke ujung pantat harus sedikit lebih pendek daripada jarak withers( sambungan dari bahu ke tulang yang lurus di bahu) ke tanah. Jarak dari brisket( bagian bawah dada anjing) ke tanah harus setengah dari tinggi withers. Ukuran tulangnya harus sedang dan panjang kakinya harus proposional. Saat diperiksa dia terasa stabil.


 


Kepala


Kepalanya harus seimbang dengan badannya. Moncongnya harus pendek, lurus, bibirnya tidak terlalu tipis dan temperamennya tidak boleh agresif. Ekspresinya harus selalu waspada dan terlihat seperti srigala. Tengkoraknya tertutup. Bagian atas tengkorak sedikit bulat tapi tidak berbentuk seperti kubah. Saat dilihat dari depan dan samping, Anda akan melihat kupingnya yang kecil tapi berdiri dengan tegak.

Bola matanya berwarna hitam, berukuran sedang dan berbentuk seperti kacang almond. Mereka terletak dengan baik di dalam tengkorak di kedua sisi dari stop. Warna pigmen hidung dan matanya hitam. Giginya seperti gigitan gunting (scissors bite). Jika ada satu gigi yang keluar dari barisan, masih dapat diterima.

Diskualifikasi : Tengkorak yang bulat seperti kubah, under-shot mouth (rahang bawah lebih maju daripada rahang atas, tapi gigi tidak diperkenankan keluar dari bibir ketika mulut mengatup),over-shot mouth (rahang atas jauh lebih panjang dari rahang bawah).

Leher, tulang belakang dan tubuh

Leher Pomeranian pendek dan dasarnya terletak dengan baik di dalam bahu untuk memperbolehkan kepalanya mendongak dengan tinggi. Bagian belakangnya pendek dengan tulang belakang yang lurus. Badannya kecil dan padat dan tulang iganya terletak dengan baik dengan brisket menyentuh sikunya.

Ekornya yang indah dan terletak dengan lurus adalah salah satu ciri khas trah ini.

Forequarters (Bagian depan mulai dari bahu hingga kaki)

Pomeranian mempunyai bahu layback yang cukup agar bisa mendongak tinggi. Bahu dan kakinya agak berotot. Panjang dari tulang bahu dan lengan bagian atas sama. Kaki bagian depan harus lurus dan pararel satu sama lain. Tinggi dari siku ke withers harus sama tepat dengan tinggi dari tanah ke siku. Kakinya harus lurus dan kuat. Kakinya juga harus terbentuk dengan baik, kecil dan padat serta tidak bengkok keluar atau kedalam. Dia berdiri dengan baik di atas jari-jari kakinya. Dewclaw (kuku jempol) boleh dihilangkan.

Hindquarters (Bagian belakang mulai dari bahu hingga kaki)

Ukuran forequarters dan hindquarters harus seimbang. Pantatnya tersembunyi dengan baik di belakang ekornya. Pahanya cukup berotot dengan lutut yang cukup lentur. Pergelangan kakinya lurus dengan tanah dan kakinya lurus dan pararel satu sama lain. Kakinya juga berbentuk bagus, kecil dan padat serta tidak bengkok keluar atau kedalam. Dia berdiri dengan baik di atas jari-jari kakinya. Dewclaws boleh dihilangkan.

Gerakan

Gerakan Pomeranian sangat mulus, bebas, seimbang dan penuh semangat. Dia mempunyai jangkauan yang baik pada bagian depan tubuhnya dan gerakan yang kuat pada bagian belakangnya.Kaki bagian belakang bergerak segaris dengan kaki bagian depan pada sisi yang sama. Untuk mendapat keseimbangan, kakinya harus bertemu dengan garis tengah dibawah tubuhnya. Kaki depan dan belakangnya tidak bengkok keluar ataupun kedalam. Tulang belakangnya tetap dan keseimbangan serta outline-nya dapat dipertahankan.





Bulu

Pomeranian dikenal dengan double coat-nya. Bulu bagian bawahnya tebal dan halus. Sedangkan bulu bagian luarnya panjang, lurus dan bertekstur agak kasar. Bulu bagian dalam akan menahan dan memberikan kemudahan untuk menjaga bulunya tetap berdiri dan mengembang dengan indah. Bulunya sangat lebat dari bagian leher, bagian depan bahu dan dada, membentuk jumbaian yang melewati bahu dan dada. Bulu di bagian kepala dan kaki tersusun dengan ketat dan lebih pendek daripada yang dibagian tubuh. Bagian depan tubuhnya, paha, pergelangan kaki dan kakinya tertutup bulu dengan indah. Ekornya ditutupi dengan bulu yang panjang, kasar dan menyebar secara lulus. Trimming dengan tujuan kebersihan dan kerapihan diijinkan

Diskualifikasi : Bulu yang lembut, rata dan terbuka.

Warna

Semua warna, pola dan variasi yang ada diperbolehkan dan dinilai dengan cara yang sama.

Pola: Black and Tan - tan or rust sharply defined, muncul diatas mata, moncong, tenggorokan, dada bagian depan dan smua kaki serta dibawah ekor. Semakin terang tannya akan semakin disukai

Brindle- warna dasarnya adalah emas, merah dan orange agak totol-totol dengan garis-garis hitam pekat.
Parti-color – warna putih dengan warna lain yang menyebar potongan-potongan warna putih (lebih diinginkan jika terletak di kepala).




Sifat/Temperamen


Pomeranian sebagai anjing yang terbuka, mempertunjukkan intelegensi yang tinggi dan semangat yang gembira, menjadikan dia sebagai anjing sahabat yang hebat dan juga show dog yang sangat kompetitif.

Meskipun Pomeranian termasuk jenis anjing Toy, dia tetap harus memenuhi persyaratan yang diberikan untuk semua trah dan segala penyimpangan dari standar ideal yang sudah ditentukan akan dihukum sesuai dengan penyimpangan tersebut.


sumber : ajingkita.com

Tarantula General Care

Tarantula General Care



Kandang / Enclosure


Tarantula besar biasanya dipelihara di aquarium yg tertutup tapi ada lubang buat sirkulasi udara.Kalo masih kecil biasanya pakai tempat pet yg dari mika/acrilic (biasa dijual di tempat reptil/ikan, bilang aja pethome merk multi, paling kecil ukuran no 1), kalo masih kegedean bisa pake apa aja yg penting ada tutupnya dan dibolongin buat sirkulasi udara.
Ukuran kandang disesuaikan dengan ukuran tarantula, perbandingan panjang 2,5 kali legspan,lebar 1,5 kali legspan, tinggi tergantung jenis tarantulanya.Kalau terresterial dan burrower, tinggi dari media ke langit2 kandang sedikit lebih tinggi dari legspan, karena untuk jenis terresterial/burrower abdomennya lebih besar, jadi kalo jatuh dari tempat tinggi bisa fatal.Kalau arboreal malah butuh tinggi, luas tidak masalah yg penting cukup tinggi karena memang tempat hidupnya di atas tanah.(legspan = ukuran dari ujung kaki ke ujung kaki terjauh, asumsi kaki direntangkan)
Media di kandang, umumnya pakai cocopeat karena murah, cocok dan banyak tersedia.Alternatif lain bisa pakai peatmoss (dulu di ace ada, sekarang udah ga ada...).
Kasih tempat minum, jangan sampe kegedean, jgn lebih lebar dari badan tarantula. Jangan kedaleman jg, pake tutup botol aqua bisa.kalo tarantulanya masih kecil, spray aja ke pinggiran pethome (jangan spray ke tarantulanya).


Pakan
Sebaiknya serangga/ulat saja, kalo ga salah dikasih pinkies bisa bermasalah.Jangkrik, ulat hongkong, ulat jerman, bisa dibeli di tempat jual makanan burung, murah meriah.
Sebaiknya juga dipelajari cara piara jangkrik/ulat hongkong/jerman ini karena sekali beli kan Rp 1.000 aja udah banyak, bisa buat waktu lama (kecuali tarantulanya banyak).Lagian kalo ga mati2 kan belinya ga usah berkali2.
Kasih makan ada yg bilang tiap hari, ada yg bilang 3 hari sekali, dari care sheet katanya 8 kali per bulan, dan memang untuk hewan manapun power feeding bisa bikin umur pendek. 




Penting!: jangan tinggalin makanan kalo tarantula ga mau makan, takutnya udah mau molt (ganti kulit), jangkrik bisa membunuh tarantula yg lagi molt.

Perawatan
Jaga kebersihan kandang, kalo ada kotoran tarantula diangkat aja sama media sekitarnya supaya ga timbul jamur, dsbnya.Minum tetap ada, tarantula yg dehidrasi bisa bermasalah apalagi waktu mau molting.Sebaiknya jangan handle tarantula, karena berbisa (belum ada yg tewas karena gigitan tarantula katanya sih...).Selain itu untuk tipe terresterial/burrower kalo jatuh dari tempat tinggi bisa berakibat fatal (abdomen pecah, dsb), kalo tipe arboreal sangat gesit, susah nangkepnya kalo kabur.
Penting! : Jangan pernah menghandle tarantula yang memasuki masa pre-molt karena tarantula dalam masa premolt cenderung pasif. Ketika dia disenggol atau diganggu premolt bisa gagal dan tarantula akan mati
Tarantula pemula
Tarantula pemula biasa yg gerakan lambat, tidak agresif dan gampang piaranya (low maintenance).Biasanya kalo tarantula baru suka mau dihandle, kalo agresif atau bergeraknya cepet ntar malah panik, bisa2 jatuh dan mati.Jenis seperti yg udah disebutin bro otosan, genus Brachypelma (genus ini warnanya bagus2 dan jinak) dan Grammostola (bisa lumayan gede dan jinak).
Harga pasaran....ntar biar seller aja yg jawab... Secara umum tergantung jenis, ukuran dan kelamin...umumnya betina lebih mahal karena umurnya lebih panjang.
Molting adalah proses ganti kulit, biasanya kalo dalam masa pertumbuhan abis molting ukurannya akan lebih besar.Waktu lagi molting umumnya tarantula akan terbalik, perut menghadap ke atas, kondisi begini wajar dan jangan diganggu, dalam kondisi ini tarantula sangat lemah, jangkrik juga bisa buat fatal.Ciri2 mau molting umumnya tarantula tidak mau makan, abdomen berwarna lebih gelap dan kurang aktif.
Penting! : Habis molting jangan langsung kasih makan, karena exoskeleton (kulit luarnya, termasuk taring) masih lunak jadi bahaya, tunggu +-seminggu (tergantung ukuran jg sih...kalo sling 1-2 hari abis molting udah mau makan).
Sling adalah singkatan dari spiderling, baby spider, warna dewasa belum terlihat.
Moga2 agan2 semua sukses dalam merawat tarantula, khususnya bagi agan2 yang masi baru dalam dunia hobby ini. Kalau ada yang kurang paham silahkan posting aja dimari, member2 di sini semuanya ramah dan bersedia untuk menjawab pertanyaan agan2 semua. Salam Tarantula!